10 Tips Memilih Power Bank – Siapa disini yang tak bisa lepas dari genggaman HP? Ya, memang tak bisa dipungkiri bahwa HP sudah menjadi bagian dari hidup kita. Bahkan HP yang sudah disebut “ponsel pintar” tersebut wajib kita bawa kemana-kemana karena untuk kebutuhan segala aktivitas. Tak heran jika penggunaannya hingga lebih dari 24 jam. Namun, penggunaan tersebut bisa terbatas karena masalah baterai yang habis. Disinilah kita membutuhkan sebuah charger untuk mengisi ulang daya baterai. Charger yang dibutuhkan pun jikalau bisa jangan charger stopkontak. Karena coba bayangkan banyaknya aktivitas yang harus dijalankan sambil menggunakan HP? Tak mungkin jika diam disatu tempat yang ada stopkontak hanya untuk charger HP.

Nah, kalau begitu solusi yang bisa kamu gunakan adalah membeli power bank! Power bank ini adalah solusi yang bisa membantu kita untuk tetap menggunakan HP dalam keadaan di charger plus dapat dibawa kemana-mana tanpa ribet. Sayangnya masih banyak penjual nakal yang menjual power bank “abal-abal” yang tentu dapat merusak baterai HP itu sendiri. Bahkan fatalnya power bank juga bisa berpotensi meledak! Mengerikan bukan?

10 Tips Memilih Power Bank dengan Kualitas Terbaik10 Tips Memilh Power Bank

Disinilah kita patut waspada dalam memilih power bank yang akan kita beli. Akan tetapi beberapa dari kita nampaknya masih bingung bagaimana memilih power bank dengan kualitas terbaik. Karena secara kasat mata memang agak sulit membedakannya dengan yang “abal-abal”. Oleh karena itu, disini ada informasi tentang tips memilih power bank dengan kualitas terbaik.

1. Pilih Power Bank dari Merk Terkenal10 Tips Memilh Power Bank

Banyak sekali power bank yang tersedia mulai dari toko fisik hingga toko online. Tetapi, ketika ingin membelinya pastikan pilih dari merk yang terkenal seperti Baseus, Anker atau Aukeys. Karena sebuah produk yang sudah dikenal banyak orang tentunya memiliki prosedur yang ketat sebelum dijual ke pasaran. Hal ini bertujuan agar produknya benar-benar teruji dan terjamin kualitasnya ketika digunakan oleh pengguna.

Perlu diingat juga bahwa ada oknum nakal yang menjual power bank dengan merk terkenal namun dijual murah. Hati-hati, ini adalah salah satu ciri-ciri power bank palsu dengan mengatasnamakan merk terkenal. Lebih baik membeli dengan harga mahal namun terjamin daripada murah meriah tapi beresiko.

2. Pilih Power Bank dengan Baterai Li-PolymerPilih Power Bank dengan Li-Polymer

Kebanyakan baterai power bank yang dijual dipasaran berbahan Lithium Ion (Li-Ion). Karena bahan tersebut, maka harganya relatif murah jika dibandingkan power bank berbahan Li-Polymer (Li-Po). Selain itu, baterai Li-Ion seringkali tidak stabil yang mengakibatkan baterai Li-Ion lebih cepat panas dan mudah bermasalah, bahkan beresiko meledak. Sebaliknya dengan baterai Li-Po yang lebih stabil dan tidak mudah mengalami kebocoran elektrolit. Artinya baterai power bank dengan bahan Li-Po lebih direkomendasikan.

3. Pilih Kapasitas Sesuai dengan KebutuhanKapasitas Power Bank

Jika membeli power bank, sebaiknya pilih dengan kapasitas yang dua kali lebih banyak daripada baterai HP kamu. Sebab, baterai cadangan ini hanya akan mentransfer daya sebesar 70-80% dari total daya yang dimilikinya. Misalnya daya baterai HP kamu 5.000 mAh, maka kamu memerlukan power bank dengan kapasitas 10.000 mAh. Tujuannya adalah agar ketika baterai yang di charger sudah penuh, masih ada sisa baterai cadangan yang bisa digunakan lagi.

4. Samakan Arus Daya Power Bank dengan HPArus Daya Powerbank

Setiap barang elektronik memiliki nilai arus yang berbeda-beda. Salah satu contohnya ada pada HP dan power bank. HP bila di charger dengan nilai arus yang tidak tepat, maka dapat memicu kerusakan pada baterai. Tetapi, saat ini sudah banyak HP yang menawarkan fitur fast charging. Nah, fitur tersebut biasanya memerlukan output sebesar 2A (2 Ampere). Maka baiknya memilih power bank dengan output yang sama, yakni 2A pula. Penyamaan arus daya ini bertujuan agar umur baterai dapat tahan lama dan awet.

5. Pilih Power Bank Bersertifikat CE dan FCCSertifikasi CE dan FCC Powerbank

Pernah melihat sebuah logo “CE” atau “FCC” dibelakang atau dibawah barang elektronik? Ya, logo tersebut menandakan bahwa barang elektronik yang dijual ke pasaran memiliki sertifikasi resmi. Dengan begitu maka ada jaminan kualitas setelah melewati uji standarisasi. Jika kamu membeli power bank namun tidak ada logo tersebut, maka patut kamu curigai kualitasnya.

6. Pilih Power Bank dengan Garansi ResmiBaseus

Dengan adanya garansi yang resmi langsung dari produsennya, maka kamu mendapat jaminan jika barang tersebut mengalami masalah. Nah, begitu juga dengan power bank yang mana kamu harus membeli namun dengan memiliki garansi yang resmi. Biasanya, sebuah garansi memiliki rentang waktu minimal 6 bulan hingga 1 tahun. Apabila garansi yang kamu terima dibawah 6 bulan, sebaiknya kamu mencari lagi power bank yang lan.

7. Pilih Power Bank dengan Bentuk yang TepatModel Powerbank

Ada banyak sekali power bank dengan beragam bentuk dan warna yang tersedia. Dalam memilih power bank, pastikan pilih dengan model yang simpel dan efisien. Artiannya adalah power bank dengan desain slim namun kapasitasnya besar. Lalu, pilih power bank dengan lubang konektor terletak pada bagian atas. Karena agar ketika digunakan kabel charger tidak tertekuk yang bisa mengakibatkan kerusakan.

8. Pilih dengan Memperhatikan Built-Quality Power BankKualitas Bahan Powerbank

Perhatikan dari bahan yang dibuat untuk memproduksi power bank apakah terasa kokoh atau ringkih. Jika bahan power bank terasa ringkih, maka dapat mempersingkat umur baterai power bank. Selain itu jika material produksinya kurang baik, maka bisa menyebabkan cepat panas dan ketika digoyangkan maka akan bunyi seperti ada material didalam yang copot.

9. Pilih Power Bank dengan Proteksi KeamananProteksi Keamanan Powerbank

Keamanan dalam charger HP juga harus dijaga. Salah satunya adalah cari power bank dengan adanya proteksi keamanan dari fitur Short Circuit Protection dan Over Charging Protection. Short Circuit Protection adalah sebuah fitur proteksi untuk melindungi powerbank dan handphone yang kamu miliki dari kerusakan yang disebabkan oleh arus pendek. Sedangkan, fitur Over Charging Protection bekerja saat fitur ini mendeteksi baterai telah terisi penuh. Secara otomatis power bank akan menghentikan pengisian daya.

10. Pilih Power Bank dengan Memiliki Layar IndikatorIndikator Power Bank

Power bank dengan adanya layar indikator dapat memberitahu kepada penggunanya tentang sisa dari baterai atau apabila baterai sudah diisi sampai penuh. Meskipun nampaknya tekesan sepele, tetapi memiliki fungsi penting untuk memberitahu pengguna kapan untuk mengisi kembali baterai dan memperkirakan sisa penggunaan power bank.

Kesimpulan

Power bank adalah salah satu solusi untuk mengisi ulang daya baterai HP yang mudah, simpel tanpa ribet. Namun, kita harus berhati-hati apabila ingin membelinya untuk kebutuhan. Karena banyak oknum nakal yang menjual power bank namun berkualitas “abal-abal”. Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya mengetahui tentang tips memilih power bank dengan kualitas terbaik. Agar dikemudian hari power bank yang telah dibeli dapat awet untuk keperluan si ponsel pintar.